header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Informal Fallacy

oleh: Hafif Helmy Hajam


Ø Kekeliruhan karena membuat generalisasi yang terburu-buru (Fallacy of Hasty Generalization)

-          Adalah kekeliruhan berfikir dalam membuat kesimpulan umum (generalisasi) dari objek atau hal individual yang tidak mencakup keseluruhan dari kesimpulan umum yang diambil.

-          Contoh: Kedua teroris itu beragama Islam, berarti Islam adalah agama yang  mengajarkan terorisme

Ø Kekeliruhan karena memaksakan praduga (Fallacy of Forced Hypothetis)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena menetapkan kebenaran suatu dugaan yang tidak terbukti kebenarannya.

-          Contoh: Tadi malam Paman melakukan percobaan bunuh diri, pasti itu disebabkan karena ia diputuskan oleh kekasihnya beberapa hari yang lalu. Saya sangat yakin karena saya melihat sendiri bagaimana pertengkaran hebat itu terjadi  (orang yang membuat pernyataan di atas menyimpulkan bahwa Paman mencoba bunuh diri karena diputuskan oleh kekasihnya berdasarkan dugaannya yang tidak terbukti benar, padahal Paman mencoba bunuh diri sebenarnya disebabkan karena ia tidak tahan dengan penyakit insomnia yang dideritanya).

Ø Kekeliruhan karena mengundang permasalahan (Fallacy of Begging The Question)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena mengambil sebuah kesimpulan dari premis yang sebenarnya harus dibuktikan kebenarannya terlebih dahulu.

-          Contoh: Tuhan itu mesti ada karena dijelaskan di dalam Kitab Suci. (dalam pembuktikan keberadaan Tuhan, menggunakan dalil dan dasar Kitab Suci, sedangkan kebenaran Kitab Suci itu sendiri tidak dibuktikan terlebih dahulu. Atau dengan kata lain, Kitab suci itu sendiri masih harus dibuktikan kebenarannya terlebih dahulu baru bisa dijadikan dasar argumentasi mengenai Tuhan).  

Ø Kekeliruhan karena menggunakan argument yang berputar (Fallacy of Circular Argument)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena menggunakan argument yang berputar dimana menarik kesimpulan dari satu premis kemudian kesimpulan tersebut dijadikan sebagai premis dan premis semula dijadikan kesimpulan bagi argument berikutnya.

-          Contoh: Kemiskinan di negeri ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan 

              rakyat. Mengapa tingkat pendidikan rakyat di negeri ini rendah? Karena

              rakyat di negeri ini dalam keadaan miskin.

Ø Kekeliruhan karena berganti dasar (Fallacy of Argument leap)

-          Adalah kekeliruhan karena mengambil kesimpulan yang tidak diturunkan dari premisnya, dengan kata lain mengambil kesimpulan yang melompat dari dasar semula.

-          Contoh: Jika Pak Maman jadi Presiden, rakyat pasti sejahtera karena Pak Mamam seorang mantan anggota militer.

Ø Kekeliruhan karena mendasarkan pada Otoritas (Fallacy of Appealing To Authority)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena mendasarkan kesimpulan kepada otoritas seseorang yang sebenarnya kesimpulan tersebut adalah di luar otoritas orang yang dijadikan rujukan.

-          Contoh: Laptop merk Ager pastilah sangat berkualitas karena Pak Bayu seorang pengamat politik yang terkenal menggunakannya.   

Ø Kekeliruhan karena mendasarkan diri pada kekuasaan  (Fallacy of Appealing To Force)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena menggunakan kekuasaan yang dimiliki sebagai landasan dalam beragumentasi.

-          Contoh: Aku sudah belasan tahun belajar Filsafat bahkan telah mendapatkan gelar akademik di bidang filsafat, sedangkan anda baru saja belajar filsafat, jadi argumentasi anda tidak akan mungkin membantah argumentasi yang saya   ajukan.

Ø Kekeliruhan karena menyerang pribadi (Fallacy of Abusing)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena menolak argumentasi yang dikemukakan oleh seseorang dengan cara menyerang pribadi orang tersebut.

-          Contoh: Kita tidak perlu mendengarkan pendapatnya karena dia adalah seorang Pembunuh.

Ø Kekeliruhan karena kurang tahu (Fallacy of Ignorance)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena terburu-buru menganggap bila argumentasi lawan tidak bisa membantah argumentasinya, maka dengan sendirinya argumentasi yang dikemukakannya benar.

-          Contoh: Anda telah mengajukan beberapa argumentasi untuk membantah pendapatku  bahwa Tuhan itu ada, namun argumentasi anda sama sekali tidak mampu membantah pendapatku, jadi jelaslah bahwa pendapatkulah yang benar yaitu Tuhan tidak ada.

Ø Kekeliruhan karena pertanyaan yang ruwet (Fallacy of Complex Question)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena mengajukan pertanyaan yang terdensius atau bersifat menjebak.

-          Contoh: Sudah berapa banyak orang yang telah anda bunuh sampai saat ini   (pertanyaan ini dikatakan kesalahan berfikir apabila si penanya menanyakannya sebelum memastikan bawah orang yang ditanya adalah seorang pembunuh. Pertanyaan ini penuh tendensi dan bersifat menjebak)    

Ø Kekeliruhan karena alasan terlalu sederhana (Fallacy of Oversimplification)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena beragumentasi dengan alasan yang terlalu sederhana sehingga kebenaran argumentasinya tidak kuat, tidak dapat dibuktikan atau tidak cukup bukti.

-          Contoh: Ilmu filsafat adalah ilmu yang bisa membuat orang menjadi gila karena filsafat membahas masalah-masalah yang tidak mungkin dipahami.

Ø Kekeliruhan karena menetapkan sifat (Fallacy of Accident)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena menetapkan sifat kepada sesuatu yang tidak selamanya melekat pada sesuatu tersebut namun dianggap bahwa sifat tersebut selalu ada.

-          Contoh: Pada Hari Raya Imlek tahun lalu, hujan turun dengan deras. Besok adalah  Hari Raya Imlek, jadi besok hujan pasti akan turun dengan deras. 

Ø Kekeliruhan karena argument yang tidak relevan (Fallacy of Irrelevant Argument)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena mengajukan argument yang tidak berhubungan dengan hal yang sedang menjadi pokok pembicaraan.

-          Contoh: Berdasarkan hasil penelitian oleh para ahli, narkoba jenis heroin jauh lebih mematikan dari pada narkoba jenis shabu-shabu, berarti anda pasti akan lebih dulu mati dari pada dia, karena anda mengkonsumsi heroin sedangkan dia hanya mengkonsumsi shabu-shabu.

Ø Kekeliruhan karena kesalahan analogi (Fallacy of False Analogy)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena menganalogikan dua hal atau permasalahan yang kelihatannya mirip, tetapi sebenarnya berbeda secara mendasar.

-          Contoh: Tempat prostitusi tidak ada bedanya dengan perusahaan-perusahaan jasa lainnya yang menawarkan jasa kepada masyarakat luas, mungkin perbedaanya hanya pada produknya saja. Jadi jika tempat prostitusi dilarang, maka seharusnya perusahaan-perusahaan jasa lainnya juga harus dilarang.

Ø Kekeliruhan karena mengandung Belas Kasihan (Fallacy of Appealing To Pity)

-          Adalah kekeliruhan berfikir karena menggunakan "perasaan" sebagai sandaran argumentasi dalam menarik kesimpulan, sementara argumentasi itu sendiri berkaitan dengan fakta bukan dengan perasaan.

-          Contoh: Pada pembelaan yang dulakukan oleh Clarence Darrow, seorang penasehat  hukum terhadap Thomas Kidd yang dituduh bersengkokol dalam beberapa  perbuatan criminal, ia mengatakan sebagai berikut;

              Saya sampaikan pada anda (para yuri), bukan untuk kepentingan Thomas Kidd, tetapi menyangkut permasalahan yang panjang, kebelakang ke masa yang sudah lampau maupun ke depan ke masa yang akan datang, yang menyangkut seluruh manusia di bumi. Saya katakan kepada anda bukan untuk Kidd, tetapi untuk mereka yang bangun pagi sebelum dunia menjadi terang dan pulang pada malam hari setelah langit diterangi bintang-bintang,  mengorbankan kehidupan dan kesenangannya, bekerja berat demi terselenggaranya kemakmuran dan kebesaran, saya sampaikan kepada anda demi anak-anak yang sekarang hidup maupun yang akan lahir.   

       Hafif Helmi Hajam, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

2011-09-27


script_end

..lebih lama
.:: MANTHIQ - 9/11 ::.
lebih baru..

DAFTAR 10 ARTIKEL TERBARU KATEGORI MANTHIQ
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO