header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Harta Karun Bung Karno

oleh: Ki Mas Badaruddin Manconegara

                  Satu pagi di Padhepokan Grind Punk yang diasuh Kyai Semar Puzz, terjadi keributan sewaktu para cantrik berebut membaca hasil printer berita berjudul ‘Anak Angkat Soekarno dan Soeharto Menipu di New Zealand' yang dimuat surat kabar The Timaru Herald. Yang membuat para cantrik penasaran, pesona dari isu harta karun Bung Karno ternyata tidak hanya diyakini orang Indonesia, melainkan dipercaya juga oleh orang-orang New Zealand. Lalu, seperti nasib orang-orang Indonesia yang tertipu, orang-orang New Zealand yang percaya itu juga terkena hoax..ketipu!

            Petruk Puff yang sudah membaca berita penipuan itu berulang-ulang, hanya sedikit berkomentar,"Nipu di New Zealand Rp 15,3 miliar,  divonis tiga tahun dua bulan. Itu sudah pantas, karena nilai uang Rp 15,3 miliar itu tidak cukup tinggi untuk ukuran New Zealand."

            "Tapi Gayus dihukum enam tahun, kang, padahal korup ratusan miliar," sahut Bagong Purr.

            "Wah hukum di negeri ini jangan dijadikan patokan ukuran," sahut Petruk Puff.

            "Tapi kang," sahut  Sangut Pull menyela,"Kok bisa ya orang-orang New Zealand percaya dengan omongan penipu seperti  James Lindon Graham yang bawa-bawa nama Bung Karno?"

            "Ya Bung Karno kan namanya sudah masyhur di mana-mana. Lalu isu harta karun Bung Karno yang dihembuskan Orde Baru, sudah menyebar pula di mana-mana seolah Bung Karno itu seperti para penguasa Orde Baru yang hidup bertimbun harta benda dan duit," sahut Petruk Puff.

            "Tapi bagaimana lagi," sahut Bagong Purr menimpali,"James Lindon Graham bisa menunjukkan dokumen aspal dari harta Bung Karno di Spanyol senilai US $ 13,8 juta,  dokumen aspal rumah Bung Karno di Christchurch senilai US $ 3,6 juta, dan aset Bung Karno di perusahaan  Oamaru senilai US $ 800 juta, dokumen emas lantakan milik Bung Karno di Swiss Bank senilai US $ 50 - 100 juta. Jadi orang-orang tua di New Zealand yang pernah mengetahui kemasyhuran Bung Karno dan kekayaan Soeharto, tergiur omongan James Lindon Graham, sang penipu itu."

            "Tapi kang, sejatinya ada tidak sih harta karun Bung Karno?" tanya Sangut Pull ingin tahu.

            "Harta karun apa?" sahut Petruk Puff datar,"Waktu Bung Karno lengser, ditahan di Wisma Yasso, anak-anak dan isteri-isterinya terlantar. Bung Karno tidak punya rumah pribadi apalagi harta karun. Guntur, Megawati, Rahmawati, Sukmawati, Guruh, dan Bu Fatmawati ngontrak rumah setelah keluar dari istana. Anak-anak Bung Karno baru memiliki rumah pribadi setelah dikasi Pak Ali Sadikin, yang saat itu menjadi Dirjen Perhubungan Laut. Jadi harta karun apa yang dimiliki Bung Karno?"

            "Berarti semua itu cuma isu, kang?" gumam Sangut Pull.

            "Ya isu, untuk menunjukkan bahwa harta kekayaan yang dimiliki penguasa Orde Baru sejatinya adalah mengikuti contoh dan keteladanan yang diberikan Soekarno, yang menimbun harta karun. Isu harta karun Bung Karno itu, sama bohongnya dengan Surat Perintah Sebelas Maret - SUPER SEMAR; sama dustanya dengan skenario GESTAPU (Gerakan 30 September) yang sejatinya adalah GESTOK (Gerakan Satu Oktober); sama hoax-nya GERAKAN REFORMASI yang sejatinya hanya menggulingkan Soeharto tetapi Orde Baru tetap berkuasa dan jaya sampai yaumul akhir; semua hoax...bohong..dusta!" kata Petruk Puff dengan nada tinggi.

            "Tapi Truk," tukas Gareng Pugg tiba-tiba menyela,"Romo Semar pernah bilang jika HARTA KARUN Bung Karno itu benar-benar ada. Tapi HARTA KARUN itu raib disembunyikan rezim Orde Baru. Menurut Romo Semar, kalau HARTA KARUN Bung Karno itu dijual lewat rumah lelang Christie di London, nilainya bisa ratusan triliun rupiah."

            "Ah, yang bener sampeyan kang," sahut Petruk Puff terhenyak kaget.

            "Bener Truk," sahut Gareng Pugg,"Aku dengar sendiri sewaktu Romo Semar omong-omong dengan para wartawan senior yang sudah pada pensiun, kira-kira setahun lalu saat diundang Pak Purwakandha, kolektor barang antik di Jogja. Waktu itu Romo Semar hanya ngajak aku. Para wartawan sepuh itu, mengaku pernah mengetahui HARTA KARUN Bung Karno itu bahkan dokumentasi riilnya."

            "Aku kurang percaya kang," sahut Petruk Puff,"Ini harus dikonfirmasi dulu."

            "Oke, kita menghadap Romo Semar untuk meminta penjelasan."

            "Ayo kita rame-rame menghadap!" sahut Petruk Puff disambut teriakan sepakat para cantrik.

        

2011-10-02
sumber: The Timaru Herald


script_end

..lebih lama
.:: PADHEPOKAN - 2/3 ::.
lebih baru..

DAFTAR 3 ARTIKEL TERBARU KATEGORI PADHEPOKAN
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO