header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Nasehat Aneh Ahmad Khadhruyah

oleh: Cak Markeso , Guk Besut , Man Jamino


             Abu Hamid Ahmad ibnu Khadhruya al-Balkhi adalah saorang warga terhormat kota Balkh. Istrinya adalah seorang wanita soleh, putri dari gubernur kota itu. Ia dikenal sebagai orang bijak yang memiliki kelebihan. Berbagai kisah aneh dihubungkan dengan Ahmad ibnu Khadhruyah. Ia dikisahkan pergi mengunjungi Nisyabur dan meninggal dunia pada tahun 204 H/864 M dalam usia 95 tahun.

Mencari pekerjaan
           Suatu kali, scorang lelaki datang menemui Ahmad ibnu Khadhruya dan berkata, "Aku sakit dan miskin. Bimbinglah aku ke jalan yang dapat menghantarkanku keluar dari cobaan berat ini."

           "Tuliskanlah jenis jenis pekejaan yang ada masing-masing pada secarik kertas," jawab Ahmad Khadhruya singkat," Taruh potongan-potongan kertas itu dalam sebuah kantung dan berikan padaku!"

             Lelaki itu pun menuliskan semua jenis pekerjaan dan membawa potongan potongan kertas itu kepada Ahmad Khadhruya. Ahmad Khadhruya pun memasukkan tangannya ke kantung dan mengambil secarik kertas. Di kertas itu tertulis: pencuri.

            "Engkau harus menjadi pencuri," kata Ahmad Khadhruya  kepada lelaki itu.

           Lelaki itu terkejut dan terheran-heran mendengar ucapan Ahmad. Kemudian ia bangkit dan pergi menemui sekawanan penyamun.

            "Aku memimpikan pekerjaan ini," kata lelaki itu  kepada mereka. "Bagaimana aku melakukannya?"

              "Hanya ada satu aturan dalam pekerjaan ini," kata mereka kepadanya. "Engkau harus melakukan apa pun yang kami perintahkan."

                 "Aku akan melakukan apa pun yang kalian perintahkan," katanya meyakinkan mereka.

              Lelaki itu tinggal bersama para penyamun selama beberapa hari. Pada suatu hari, sebuah kafilah melintas. Para penyamun itu mencegatnya. Mereka menyerahkan salah seorang anggota kafilah itu - seorang saudagar yang kaya raya - kepada sang anggota baru.

               "Gorok lehernya," Perintah mereka.

                Lelaki itu ragu. Ia berkata dalam hati, "Raja penyamun ini telah membunuh begitu banyak orang. Lebih baik aku membunuhnya daripada membunuh saudagar ini."

                  "Jika engkau menginginkan pekerjaan ini, engkau harus melakukan apa yang kami perintahkan," tukas sang raja penyamun saat melihat laki-laki itu ragu-ragu. "Kalau tidak, engkau harus pergi dan carilah pekerjaan lain!"

                 Lelaki itu berkata, "Ya, aku memang harus menjalankan perintah. Tapi perintah Allah, bukan perintah kalian!"

                 Kemudian ia menghunus pedangnya, menebas kepala sang raja penyamun dan membiarkan saudagar itu pergi,.

              Melihat kejadian ini, para penyamun yang lain melarikan diri. Barang-barang milik kafilah itu tetap utuh, dan jiwa si saudagar kaya tadi selamat. Saudagar itu memberikan banyak emas dan perak kepada lelaki itu agar bisa hidup mandiri.

2011-10-08
sumber: www.sufinews.com


script_end

..lebih lama
.:: KELAKAR SUFI - 13/14 ::.
lebih baru..

DAFTAR 10 ARTIKEL TERBARU KATEGORI KELAKAR SUFI
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO