header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Dosen Adil Dipuja Dosen Memble Dicela

oleh: Mas Lalat An-Nas

Sore menjelang malam itu Kipli sudah ada di rumah. Tidak seperti biasa, ia pulang kuliah dengan wajahnya memendam kekecewaan. Untuk mengurangi kekecewaan yang dirasakan, Kipli bergegas mengambil piring dan nasi lengkap beserta sayur dan lauk pauk.

"Ada apa sih le, wajahmu kok tidak ceria begitu?" tanya ibu pada Kipli yang sedang makan.

"Gak ada apa-apa kok bu," sahut Kipli singkat.

"Wis to le, gak usah bohong sama ibu, siapa tahu ibu bisa membantu?" Tanya ibu dengan sedikit merayu Kipli, "Apa masalah dengan cewek to?" lanjut ibu ingin tahu.

"Heh?" sergah Kipli kaget, "Enggak bu, gak jauh sampe ke sana bu. Ini cuma ada sesuatu yang membuat Kipli jadi sebel di kampus tadi bu," kata Kipli menjelaskan.

"Nah ceritakan itu kepada ibu le," kata ibu mendesak,"Kenapa kamu sampai sebel begitu."

"Begini lo bu, minggu-minggu ini Kipli kan ujian to. Lha tadi Kipli tidak bisa mengikuti ujian salah satu mata kuliah karena masalah absensi katanya," kata Kipli menjelaskan.

"Kok bisa to le? Memang kamu ke mana saja kok bisa kena absensi?" tanya ibu mendesak.

"Begini lo bu, Kipli akan jelaskan dari awal saja," kata Kipli menjelaskan, "Kipli sebenarnya gak masuk mata kuliah yang ini hanya tiga kali bu. Dan ibu juga sudah tahu kan waktu Kipli tidak masuk itu. Kipli juga sudah pernah cerita ke ibu bahwa kesempatan tidak masuk tiap mata kuliah maksimum tiga kali," kata Kipli berusaha memaparkan alasan panjang lebar.

"Lha trus masalahnya apa?" tanya ibu penasaran

"Lha ini tadi Kipli tidak boleh ikut ujian karena masalah absensi," sahut Kipli jengkel.

"Lha sudah kamu cek apa belum to le, kamu gak masuk itu berapa kali?" tanya ibu memastikan.

"Sudah bu, bener kok Kipli gak masuk tiga kali dan seharusnya itu bisa ikut ujian. Ada lagi bu yang membuat Kipli makin sebel!" kata Kipli menggebu-gebu.

"Apa le?" tanya ibu dengan sabar.

"Ada temen Kipli selama satu semester ini cuma masuk dua kali mata kuliah ini, tapi absensinya penuh. Nah keren kan bu?" kata Kipli cengingisan.

"Keren gundulmu," kata ibu jengkel "Emang kamu gak protes to le?" tanya ibu.

"Hehehe, sudah bu, tapi ya jawaban dari dosen bersangkutan itu yang tambah bikin Kipli merasa sejuta jengkel," sahut Kipli sambil cengingisan.

"Emange jawab apa to le dosenmu itu?" desah ibu bertanya-tanya

"Begini bu, pas Kipli menghadap itu dosen untuk mengklarifikasi mengenai absen Kipli dengan bukti-bukti yang ada, itu dosen cuma bilang kalau bukan dia yang berwenang mengatur absen. Katanya pihak fakultas yang menghitung absensi. Nah Kipli juga bilang bu, bahwa ada temen Kipli yang masuk cuma dua kali tapi absensinya penuh," kata Kipli menggebu-gebu.

"Terus apa reaksi dosenmu?" sergah ibu penasaran

"Itu dosen malah tanya, lo kok bisa?" kata Kipli sambil menirukan gaya dosennya berbicara,

"Ya Kipli jawab, mungkin ada yang men-TA absensinya bu," lanjut Kipli polos,"Tapi itu dosen malah bilang gini bu, kalo begitu kenapa kamu gak TA aja waktu itu?" Kipli menirukan gaya bicara dosennya dengan mata berkilat-kilat,"Langsung aja bu kujawab, wow berarti mata kuliah Anda selama ini hanya dinilai dari aspek absen semata dan Anda berdalih bahwa yang menghitung absensi itu pihak fakultas sementara dari semua itu, Anda sudah tidak melihat lagi kebenaran yang ada, bahkan Anda mungkin sudah tidak bisa membedakan mana mahasiswa yang benar-benar berniat mencari ilmu dengan mahasiswa yang hanya mencari nilai dengan modal absensi saja. Terima kasih atas saran Anda dan saya harap saya bisa menjalankan saran Anda jika untuk mata kuliah ini, saya harus mengulang semester depan," kata Kipli dengan nada sedikit emosi menirukan ucapan dosennya tadi.

"Oalah le, kok bisa-bisanya seorang guru bicara kayak gitu. Apa gak dipikir dulu tah kalau ngomong itu," sahut ibu sedikit kecewa.

"Maka dari itu bu, Kipli jengkel banget mendengar jawaban dosen kok kayak gitu. Tidak mecahkan masalah, malah Kipli disuruh TA," kata Kipli cemberut.

Ternyata Mahdit, kakak Kipli yang alumnus fakultas yang sama dengan Kipli mendengar percakapan antara ibunya dengan Kipli itu dari tadi. Setelah puas mendengar, Mahdit ikut berkomentar,"Sudahlah Pli, kamu ikhlasin aja. Sudah dari dulu, itu orang memang wataknya kayak gitu. Sudah banyak mahasiswa yang direpotkan dengan ulahnya yang sepanjang waktu gak berubah," kata Mahdit (ahli musyawaroh).

"Emang abang tau orangnya? Abang udah pernah direpotin juga?" tanya Kipli ingin tahu.

"Jelas sudah pernah le, beda kasus tapi mirip," sambil senyum kecil Mahdit ketawa.

"Memang apaan bang kasusnya?" tanya Kipli penasaran

"Dulu, abang juga gak bisa ikut ujian gara-gara absensi, tapi itu bukan kemauan abang sebenarnya," Mahdit dengan nyantai menjawab sekenanya.

"Maksudnya bukan kemauan abang apa? Emang kemauan siapa?" sergah Kipli makin penasaran.

"Begini ceritanya," kata Mahdit mengingat-ingat,"Dulu itu, dosen lepus itu sering banget gak masuk tanpa alasan yang jelas dan tanpa konfirmasi kepada mahasiswanya. Tidak hujan tidak angin, tau-tau gak masuk, gitu aja. Itu terus terjadi sampai empat kali kalo gak salah. Nah dari situ, itu dosen sering membuat make up class dengan jadwal seenak udelnya. Tiap dia buat make up class, celakanya abang pas gak hadir karena jadwalnya bentrok dengan kuliah abang yang lain. Dan akhirnya abang gak bisa ikut ujian karena alasan absensi," kata Bang Mahdit kalem.

"Abang gak protes?" tukas Kipli sedikit emosi

"Ya sudah abang lakukan to le, tapi kamu ngerti sendiri kan, hasilnya nihil," kata Bang Mahdit.

"Protes gimana bang? Apa jawabannya?" tanya Kipli makin penasaran.

"Jawab dia ya karena absensi abang kurang, dan waktu tu abang juga udah jelasin ke dia kenapa abang gak bisa ikut make up class karena jadwalnya bentrok. Waktu itu dia bilangnya akan buat memo ke pengajaran buat merubah nilai abang, tapi kenyataanya nilai abang tetep dapet D, bahkan setelah abang cek ke pihak pengajaran gak ada memo sama sekali dari dosen pengajar lepus itu ke pihak pengajaran buat merubah nilai," kata Bang Mahdit menjelaskan.

"Wah kurang ajar itu orang bang," seru Kipli seketika emosi.

"Wis to le, wes terlanjur semua. Yang penting kita doakan saja semoga beliau mendapat hidayah, dibukakan mata hatinya agar sadar bahwa apa yang beliau lakukan selama ini sejatinya telah mendzalimi anak didiknya," kata ibu dengan lembut.

"Tapi orang lepus begitu mesti dikasi pelajaran bu!" kata Kipli berapi-api.

"Janganlah Kipli, balas dendam itu tidak baik. Orang yang mengalah itu belum tentu kalah kok nak," kata ibu berusaha menenangkan.

"Maksud Kipli, dikasi pelajaran tentang moral bu buat itu dosen, biar dia paham apa yang dilakukan itu sudah terlalu amat sangat merugikan orang lain," kata Kipli ketus.

2011-08-26


script_end

..lebih lama
.:: SEKOLAH - 4/9 ::.
lebih baru..

DAFTAR 9 ARTIKEL TERBARU KATEGORI SEKOLAH
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO