header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Pengobatan Anak Sakit (Lontar Usada Rare-1)

oleh: K Ng H Agus Sunyoto
              Dalam usaha menggali dan mengembangkan pengetahuan pengobatan warisan leluhur  di Klinik Terkun, Mbah Haji Dana Husada yang dibantu Made Usada, alumnus Fakultas Sastra Universitas Udayana memperoleh sumber data tentang pengetahuan pengobatan leluhur yang dicatat dalam sejumlah lontar yang  dimiliki Pusat  Kajian Lontar. Sumber pengetahuan dalam lontar yang berisi resep-resep pengobatan herbal, ternyata tidak mudah mempraktekkannya dalam proses pengobatan riil karena istilah-istilah metodis dan nama-nama tanaman obat yang menggunakan Bahasa Jawa/Bali  Kuno tidak gampang disama-maknai dengan bahasa  orang Jawa zaman sekarang. Perlu kerja keras untuk menyesuaikan makna bahasa lebih dulu sebelum diuji empiris menjadi metode pengobatan yang komperehensif.    
              Oleh karena proses pembakuan bahasa dan uji empiris atas naskah-naskah kuno itu butuh waktu lama, Terkun Mbah Haji Dana Husada menerbitkan secara berkala data tentang pengetahuan pengobatan warisan leluhur itu, dengan harapan masyarakat di pedesaan yang masih mengenal nama-nama tanaman obat dari bahasa kuno dapat memanfaatkan informasi yang berguna tersebut. Data awal yang disebarkan kepada masyarakat adalah pengetahuan yang menyangkut Usada Rare (Pengobatan Anak), yang isinya sebegai berikut:
            Awighnàmàtu nama úidhaý. Nihan patngêraning rare kna wiûyà, yan tan pabayu, kna upas tawun, ngaran, tamba, úarana, gêndhis, isinrong, yeh jruk linglang, inum. Mwah yan magtra kukunya masuwat bàng, kna upas ring hyang, ngaran, tamba, úarana, dukut karàsti, adas,  bawang tambus, tàhap. Mwah yan makadudungan gêtih kukunya, kna upas warangan, ngaran, tamba, úarana, lunak tanêk, banyuning kabang jalikan, inum. Yaning jnar socanya asmu bàng, kna upas dewek, ngaran, tamba, úarana, carmmaning poh ijo, lunak tanêk, wenya bahêm warak, inum. Yan ya kuning kukunya, kna krikan gangsà, ngaran, tamba, úarana, kunir warangan, puriûyaning bebek, tahap,
           Semoga tidak menemukan rintangan. Inilah tanda-tanda bayi terkena penyakit. Jika bayi lemah tanpa tenaga, dinamakan terserang penyakit upas tawun. Ramuan obatnya terdiri atas gula, sinrong, dan air jeruk nipis, diramu untuk diminum. Jika ada tampak garis-garis merah pada kuku si pasien, itu dinamakan terserang penyakit upas hyang. Ramuan obatnya terdiri atas rumput karasti, adas, bawang tambus, diramu untuk diminum. Jika pada kuku si pasien tampak gumpalan darah, dinamakan terkena penyakit upas warangan. Sarana obatnya terdiri atas asam, air beras, diramu untuk diminum. Jika mata si pasien tampak kuning agak kemerahan, dinamakan terserang penyakit upas dewek. Ramuan obatnya terdiri atas kulit mangga hijau, asam, air bayam merah, diramu untuk diminum. Jika kuku si pasien tampak berwarna kuning, dinamakan terserang penyakit krikan gangsa. Ramuan obatnya terdiri atas kunir warangan, kotoran itik, diramu untuk diminum.
           Dengan berprasangka baik bahwa Tuhan telah melengkapi kehidupan manusia dengan potensi alam di sekitarnya dan sewaktu memberi sakit pun Tuhan telah menyediakan obat di sekitar, pengetahuan obat-obatan herbal warisan leluhur ini adalah rangkaian pengalaman yang telah diuji-coba oleh para leluhur ketika menghadapi berbagai macam penyakit. Dengan asumsi bahwa tanaman obat sekitar selalu sesuai dengan potensi fisik dan psikis manusia sekitar yang memanfaatkannya, maka hendaknya kita yakini bahwa obat-obat herbal warisan leluhur ini cocok untuk kita. Semoga dengan resep-resep sederhana, yang akurasi dan efektivitasnya sudah diuji oleh para leluhur di masa silam itu, pengetahuan kuno ini bermanfaat bagi kita.  
2011-12-22
sumber: Lontar Usada Rare-Centre for Lontar Study Service - Faculty of Letters Udayana University


script_end

..lebih lama
.:: JAMPI USADA - 11/14 ::.
lebih baru..

DAFTAR 10 ARTIKEL TERBARU KATEGORI JAMPI USADA
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO