header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Sri Warso Wahono - Pelukis Multi Talenta

oleh: Yunasman Salam

            Pelukis Sri Warso Wahono yang memulai melukis sejak usia 14 tahun itu  lahir di Solo, Surakarta, tanggal 17 Juni 1948. Dia masih keturunan darah biru (Sultan Hamangkurat IV Kartasura), putra ke-7 dari 9 bersaudara yang masih berhak manyandang gelar kerabat keratin Raden Mas (R.M). Ayahnya adalah pengukir gading dari keraton Surakarta Hadiningrat. Sesungguhnya Sri Warso Wahono bukan saja memiliki bakat warisan untuk melukis, dia juga mempunyai kemampuan di bidang sastra, penulis kritik seni rupa, fotografi, kepariwisataan dan organisasi.
            Sri Warso Wahono menempuh pendidikan di IKIP Surakarta untuk jurusan seni rupa dan  mulai aktif melukis sejak tahun 1962. Dia banyak melatih diri dengan mengerjakan karya-karya hitam putih serta sketsa pada awal-awal kariernya, menyelenggarakan berbagai pameran bersama dengan pelukis rekan lainnya di berbagai kota di se-antero Jawa Tengah. Pameran tunggal pertama dan kedua dilakukan di kota kelahirannya, Solo tahun 1973-1975. Pameran ketiga di studio Tiga T. milik pelukis Adi Munardi di Jakarta pada tahun 1987. Dengan demikian berarti dia mulai mengikrarkan dirinya sebagai pelukis angkatan tahun 1970-an.
                Pada tahun 1974 mulai diikut sertakan dalam pameran Biennale seni lukis Indonesia yang diprakasai oleh Dewan Kesenian Jakarta, juga diundang pada pameran Triennake I seni lukis Indonesia di Denpasar, Bali tahun 1983. Selanjutnya sejak tahun 1987 hingga tahun 1991 ia acapkali diundang menyertai berbagai pameran baik kelompok maupun lembaga di berbagai tempat di Jakarta termasuk pameran seni rupa Kristiani (Pamesrani ‘'91) yang diselenggarakan oleh Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) pada ulang tahunnya ke-43 di Jakarta.
              Pada tahun 1991, Sri Warso Wahono berpameran di negara-negara anggota ASEAN, selama tahun 1989 berturut-turut mendapat kesempatan melakukan orientasi seni rupa ke Biennale Internasional di Sao Paolo serta mengunjungi berbagai museum di Jerman Barat dan dilanjutkan ke Belanda termasuk mengunjungi pameran lukisan karya-karya Vincent van Gogh di kota Amsterdam, dengan sponsor Dewan Kesenian Jakarta, Yayasan Kesenian Jakarta dan Kementrian Luar Negeri Belanda.
                Di forum lainnya, dia menjadi pembicara dan diskusi seni rupa di berbagai kota Solo, Jakarta, Medan oleh berbagai lembaga kesenian maupun kelompok seniman setempat dalam upaya memperluas apresiasi masyarakat. Sri Warso Wahono acapkali mengerjakan bermacam ilustrasi khususnya untuk majalah sastra Horison, dibidang kesusastraan dia memiliki bakat serta kemampuan menulis tentang fotografi, arsitektur, seni rupa termasuk seni kriya, dijajaran penulisa seni rupa dia termasuk satu diantara yang produktif dan langka.
                Pembahasan dan penelaahan dalam tulisannya cenderung menempuh pendekatan persuasif, edukatif baik yang menyangkut keterampilan teknik maupun penjiwaan karya-karya yang diamati. Buah pikirannya sering dimuat di berbagai harian serta majalah penting seperti Kompas, Suara Pembaharuan, Merdeka, Suara Karya, Pelita, Intisari, Warnasari, Solidarity (Filipina), Horison, Ambassador, Media Indonesia serta TEMPO.

Karya-karya Sri Warso
Vas Bunga (1989), lukisan ukuran 100 X 100 cm
           Melalui tulisan-tulisannya, Sri Warso Wahono pada tahun 1982 meraih predikat penulis terbaik Indonesia di bidang pariwisata serta mendapat pengharggan dari Ikatan Arsitek Indonesia dari Lembaga Bantuan Hukum atas tulisan dan makalahnya yang bersifat kritik. Kegiatan dibidang organisasi pada tahun 1972 dia bersama dengan seniman-seniman Solo ikut mendirikan Dewan Kesenian Surakarta dan duduk dalam komite seni rupa
            Tahun 1974 sampai dengan tahun 1979, ia mengasuh workshop seni rupa di Pusat Kebudayaan Jawa Tengah di Sasonomulyo, Surakarta, pengalaman dibidang pendidikan kesenian, dia pernah menjadi guru kesenian dibeberapa SMP-SMA swasta baik di Solo tahun 1974 sampai tahun 1976, maupun di Jakarta tahun 1977 sampai tahun 1982. Masih dilingkungan kegiatan kesenian Sri Warso Wahono pernah menjabat sebagai konservator museum Sejarah DKI Jakarta tahun 1976.
          Selanjutnya ia diangkat sebagai Dewan Kesenian Jakarta masa bhakti 1985-1988 pada komite seni rupa, juga menjabat selaku sekretaris I di Dewan Pekerja Harian DKJ, berlanjut dipilih kembali pada masa bhakti tahun 1990-1993 untuk kedua kalinya. Terpilih untuk ketiga kalinya sebagai anggota DKJ masa bhakti 1993-1995.


Yunasman Salam, mahasiswa Jurusan Seni Rupa FIB Universitas Brawijaya            

2012-01-03


script_end

..lebih lama
.:: SENI BUDAYA - 16/19 ::.
lebih baru..

DAFTAR 10 ARTIKEL TERBARU KATEGORI SENI BUDAYA
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO