header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Proposisi

oleh: Prista Giri Mustika*

Yang dimaksud dengan proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat dinilai benar dan salahnya. Proposisi sering juga disebut dengan keterangan. Proposisi merupakan bentuk terkecil dari pemikiran yang mengandung maksud sempurna.

Suatu proposisi mempunyai tiga bagian yaitu subjek (S), predikat (P) dan satu bagian lagi yang yang merupakan suatu tanda yang menyatakan hubunngan diantara subjek dan predikat, ini disebut dengan kopula (K).

Contoh:

Manusia adalah bermoral

Subyek - Kopula - Predikat

Susunan kata yang tidak dapat dinilai betul salahnya tidaklah dikatakan sebagai proposisi. Berikut ini adalah bentuk susunan kata yang tidak dapat dijadikan sebagai proposisi:

1. Ungkapan yang mengandung keinginan, seperti: semoga Tuhan selalu melindungimu.

2. Bentuk perintah, seperti: ambilah buku itu.

3. Bentuk larangan, seperti: janganlah kamu bergadang sampai pagi.

4. Permohonan, seperti: ya Allah berilah aku ilmu yang bermanfaat.

I. Jenis-jenis Proposisi

A. Dilihat dari sumbernya, proposisi dibagi menjadi dua:

1.Proposisi analitik, adalah proposisi yang menggunakan pemecahan akal.

Contoh: 5 adalah 10 dibagi 2.

2.Proposisi sintetik, adalah proposisi yang predikatnya mempunyai pengertian yang bukan menjadi keharusan bagi subjeknya.

Contoh: -Papaya ini manis.

-Gadis itu gendut.

B. Dilihat dari kualitasnya, proposisi dibagi menjadi dua:

1.Proposisi afirmatif, adalah proposisi yang kopulanya selalu bersifat membenarkan adanya persesuaian hubungan subjek dan predikatnya.

Contoh: Manusia adalah bermoral.

Sebagian manusia adalah bijaksana

2.Proposisi negative, adalah proposisi yang kopulanya menyatakan bahwa antara subjek dan predikatnya tidak ada hubungan sama sekali.

Contoh: Semua gajah bukanlah semut.

C. Dilihat dari hubungannya, proposisi dibagi menjadi dua:

1.Proposisi kategori adalah proposisi yang mengandung pernyataan tanpa syarat, predikatnya bias membenarkan atau menolak.

Contoh: Sebagian buah-buahan tidak manis rasanya.

2.Proposisi kondisional adalah proposisi yang mengandung pernyataan bersyarat.

Contoh: Jika ia datang saya pergi.

D. Dilihat dari bentuknya, proposisi dibagi menjadi dua:

1.Proposisi tunggal adalah proposisi yang hanya mengandung satu pernyataan.

Contoh: Kuda adalah hewan.

2.Proposisi majemuk adalah proposisi yang disusun lebih dari satu pernyataan.

Contoh: M.Yamin adalah seorang ahli hukum dan sastrawan kenamaan.

* Proposisi Hipotetik, adalah proposisi yang mengandung pernyataan dengan syarat, seperti

Jika permintaan bertambah maka harga akan naik

Pada proposisi hipotetik kopulanya adalah "jika, apabila, manakala, kemudian dilanjutkan dengan maka" ,dan menghubungkan dua buah pernyataan seperti contoh di atas, "Jika' dan "maka' adalah kopula, " permintaan bertambah" sebagai pernyataan pertama disebut sebab atau antecedent dan " harga akan naik" sebagai pernyatan kedua disebut akibat atau konsekuen.Proposisi hipotetik mempunyai 2 bentuk, yaitu :

(1) proposisi hipotetik yang mempunyai hubungan kebiasaan, seperti :

Bila A adalah B maka A adalah C

Bila Hasan rajin ia akan naik kelas.

Jika tanaman sering diberi pupuk ia akan subur.

Manakala seseorang dihina, maka ia akan marah.

(2) proposisi hipotetik yang mempunyai hubungan keharusan, seperti :

Bila A adalah B maka C adalah D

Bila hujan, saya naik becak.

Bila keadilan tidak dihiraukan, maka rakyat akan menuntut.

Bila permintaan bertambah, maka harga akan naik.

*Proposisi disyungtif, adalah proposisi yang mengandung pernyataan jika tidak benar maka salah, pada proposisi ini kopulanya berupa " jika" dan "maka", seperti :

Hidup kalau tidak bahagia adalah susah.

Hasan di rumah atau di sekolah.

Jika bukan Hasan yang mencuri maka Budi.

Ada 2 bentuk proposisi disyungtif, yaitu :

(1) proposisi disyungtif sempurna yang mempunyai alternatif kontradiktif, dengan rumusannya : A mungkin B mungkin non B, seperti :

Hasan berbaju putih atau berbaju non putih.

Budi mungkin masih hidup mungkin sudah mati (non-hidup).

Fatimah berbahasa Arab atau berbahasa non-Arab.

(2) proposisi disyungtif tidak sempurna, alternatifnya tidak berbentuk kontradiktif, dengan rumusannya : A mungkin B mungkin C, seperti :

Hasan berbaju hitam aatau berbaju putih.

Budi di toko atau di rumah.

PSSI kalah atau menang.


II. Unsur Dasar Proposisi

Proposisi kategorik merupakan pernyataan yang terdiri atas hubungan dua term sebagai subjek dan predikat dan secara sederhana dibedakan atas empat macam, yaitu:

a. proposisi universal afirmatif

b. proposisi universal negative

c. proposisi partikular afirmatif

d. proposisi partikular negatif.

Term adalah sebuah konsep yang dihubungkan dengan sebuah konsep lain sedemikian sehingga membentuk sebuah proposisi. Dari empat macam proposisi kategorik berdasarkan denotasi atau luas term yang dihubungkan, dapat dibedakan menjadi tujuh macam proposisi kategorik.

A. Proposisi universal afirmatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan berikut ini. "Semua Subjek adalah Predikat". Lambang logikal dari rumus; Semua S adalah P ( S a P). Lambang logikal dari proposisi Universal Afirmatif: A

Contoh: Semua mohasiswa adalah pemilik ijazah SMA. Proposisi universal afirmatif, berdasarkan perbandingan luas term, dapat dibedakan atas dua macam:

1. Proposisi universal afirmatif ekuivalen ialah pernyataan umum X mengiyakan yang antara subjek dan predikat merupakan suatu persamaan, yakni semua anggota subjek adalah anggota predikat dan semua anggota predikat adalah anggota subjek, misal: Semua manusia berbudaya.

2. Proposisi universal afirmatif implikasi ialah pernyataan umum mengiyakan yang semua subjek merupakan bagian dari predikat, yakni semua anggota subjek menjadi himpunan bagian dari predikat, misal: Setiap warga negara Indonesia ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.

B. Proposisi universal negatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: Semua Subyek adalah bukan Predikat.

Lambang logikal dari rumus: Semua S adalah bukan P ( S e P)

Lambang logikal dari proposisi Universal Negatif: E

Contoh: Semua pastor adalah bukan wanita atau tiada pastor adalah wanita.

Proposisi universal negatif berdasarkan perbandingan luas term, hanya ada satu bentuk, yaitu berbentuk eksklusif sehingga lengkapnya disebut universal negatif eksklusif, yaitu pernyataan umum mengingkari yang berarti antara subjek dan predikat tidak ada hubungan, subjek biasanya dijelaskan dengan kata hanya, cuma, dll. Contoh: Hanya Hasan yang dapat berbahasa Inggris di kampung kami.

C. Proposisi partikular afirmatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan:

Beberapa Subyek adalah Predikat.

Lambang logikal dari rumus: Beberapa S adalah P (S i P)

Lambang logikal dari proposisi Partikular Afirmatif: I

Contoh: Beberapa politisi adalah orator. Proposisi partikular afirmatif berdasarkan perbandingan luas term, dapat dibedakan atas dua macam:

1.Proposisi partikular afirmatif inklusif ialah pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian subjek merupakan bagian dari predikat, yakni ada anggota subjek yang menjadi bagian predikat dan ada anggota predikat yang menjadi bagian subjek, misal: Sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing.

2. Proposisi partikular afirmatif implikasi ialah pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian dari subjek merupakan suatu predikat, yakni ada sebagian anggota subjek yang menjadi himpunan predikat, misal: Sebagian rakyat Indonesia adalah warga Partai Demokrasi Indonesia.

D.Proposisi partikular negatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan:

Beberapa Subyek adalah bukan Predikat.

Lambang logikal dari rumus: Beberapa S adalah bukan P ( S o P )

Lambang Iogikal dari proposisi partikular negatif: O

Contoh: Beberapa politisi adalah bukan orator. Proposisi partikular negatif berdasarkan perbandingan luas term terdapat dibedakan atas dua macam:

1. Proposisi partikular negatif inklusif ialah pernyataan khusus mengingkari yang sebagian subjek tidak merupakan bagian dari predikat, yakni ada sebagian subjek yang tidak termasuk predikat dan ada sebagian predikat yang tidak termasuk subjek, misalnya Sebagian Sarjana Hukum bukan ahli politik.

2. Proposisi partikular negatif implikasi ialah pernyataan khusus mengingkari yang sebagian dari subjek tidak merupakan suatu predikat, yakni ada sebagian subjek yang bukan anggota predikat dan semua anggota predikat merupakan bagian dari subjek, misalnya Sebagian manusia bukan bangsa Indonesia.

Huruf A, E, I & O diambil dari 2 kata Bahasa Latin:

A dan I dari kata Affirmo artinya saya mengiyakan (I affirm)

E dan O dari kata Nego artinya saya menyangkal (I deny)

III. DISTRIBUSI TERM

Adalah penentuan apakah sebuah term dalam sebuah proposisi ditujukan kepada (mencakup) semua,/ hanya ditujukan kepada sebagian saja dari anggota kelas yang berkedudukan sebagai term tersebut di dalam proposisi yang bersangkutan.

Sebuah term didistribusikan bila: term itu ditujukan kepada semua anggota kelas yg berkedudukan sebagai term tersebut di dalam proposisi yang bersangkutan.

Term tidak didistribruiksn bila: Term itu ditujukan kepada sebagian saja dari anggota kelas yang berkedudukan sebagai term tersebut di dalam proposisi yg bersangkutan.

PROPOSISI A (Universal Afirmatif)

Term subyek DIDISTRIBUSIKAN, term predikat TIDAK DIDISTRIBUSIKAN.

Contoh : Semua kuda adalah binatang.

Analisis:

Term 'kuda' dalam konteks proposisi itu mencakup semua anggota kelas 'kuda' (jadi didistribusikan) .

Term 'binatang' mencakup hanya beberapa anggota kelas 'binatang' (jadi tidak didistribusikan).

binatang

kuda

Ragaan distribusi term proposisi A:

PROPOSISI E (Universal Negatif)

Baik term subyek maupun term predikatnya DIDISTRIBUSIKAN.

Contoh: Semua mahasiswa adalah bukan penyontek-

Analisis:

Term ‘mahasiswa' dalam konteks proposisi tadi ditujukan kepada seluruh anggota kelas 'mahasiswa'.

Term 'penyontek' dalam konteks proposisi tersebut anggota kelas 'penyontek'.

(P) penyontek

(S) mahasiswa

Ragaan distribusi term proposisi E:

PROPOSISI I (Partikular Afirmatif)

Baik term subyek maupun term predikatnya TIDAK DIDISTRIBUSIKAN

Contoh: Beberapa mahasiswi adalah penari.

Analisis:

Term ' mahasiswi' dalam konteks proposisi tersebut ditujukan kepada sebagian dari anggota kelas'mahasiswi'.

Term 'penari' dalam konteks proposisi tersebut juga ditujukan hanya kepada bagian anggota kelas 'penari' (P)

SP penari

(S) mahasiswi

Ragaan distribusi term proposisi I:

PROPOSISI O Partikular Negatif

Term subyek TIDAK DIDISTRIBUSIKAN tetapi term predikatnya DIDISTRIBUSIKAN,

Contoh: Beberapa mahasiswi adalah bukan peragawati.

Analisis:

Term 'mahasiswi' dalam konteks proposisi tersebut hanya mcncakup beberapa anggota kelas 'mahasiswi'.

Term 'artis' dalam konteks proposisi tersebut ditujukan pada semua anggota kelas 'artis'.

Ragaan distribusi term proposisi O:

(S) mahasiswi

(P) artis

*) Prista Giri Mustika, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya
2011-09-03


script_end

..lebih lama
.:: MANTHIQ - 3/11 ::.
lebih baru..

DAFTAR 10 ARTIKEL TERBARU KATEGORI MANTHIQ
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO