header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Satuan Jenis Ukuran dan Mata Uang

oleh: K Ng H Agus Sunyoto

      Kegiatan ekonomi adalah salah satu usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Itu sebabnya, sejak masa prasejarah manusia sudah menyelenggarakan kegiatan ekonomi yang semula hanya didasarkan pada problem untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kegiatan ekonomi yang semula berlangsung sangat sederhana berupa pertukaran antar benda dan kemudian berkembang menjadi pertukaran antara benda dengan alat tukar yang disebut uang. Dalam ilmu ekonomi dikenal dua kegiatan utama ekonomi, yaitu ekonomi subsistensi dan ekonomi pasar. Ekonomi subsistensi adalah ekonomi yang terselenggara dengan melakukan produksi barang-barang kebutuhan untuk kebutuhan sendiri, sedang ekonomi pasar  terjadi akibat terciptanya hubungan antar dua pihak karena adanya penawaran (supply) dan permintaan (demand).

   Sejak zaman kuno, leluhur orang-orang Nusantara sudah mengenal pasar, mulai pasar jenis lokal yang terbentuk untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat local sampai pasar antarabangsa (internasional) yang terbentuk karena kebutuhan-kebutuhan bersifat antarabangsa. Di dalam berbagai prasasti diketahui ada pejabat-pejabat yang secara spesifik mengurusi pasar seperti tuhapkan (kepala pasar), apekan (mantri pasar), mapakkan (petugas pasar). Selain itu, dikenal juga jenis-jenis pekerjaan yang produksinya menjadi komoditas utama  di pasar-pasar seperti Manghareng (pembuat arang), Magawai Kisi (pembuat anyam-anyaman), Matarumpah (pembuat sandal, terompah), Magawai Payung Wlu (pembuat payung), Mangdyun (pembuat gerabah), Pande Dang (pembuat dandang), dll. Ada juga pekerjaan lama turun-temurun yang berhubungan dengan perniagaan di pasar seperti Amibit (pemancing ikan), Amayang (penjala ikan), Amuwumuwu (penangkap ikan dengan bubu), Waring Tadah (penangkap udang dengan alat waring tadah), Manahab Manuk (pembuat sangkar burung), Magawai Kajang (pembuat bantal), Pambatik (membuat batik), dll.

   Sebagaimana lazimnya sebuah pasar, pasar-pasar yang dikenal leluhur orang-orang Nusantara sudah mengenal satuan-satuan ukur untuk barang-barang komoditas yang dijualnya di mana akurasi satuan ukur itu diawasi khusus oleh pengawas yang disebut Juru Titi (pejabat peneliti kemurnian barang), Juru Sukat (petugas yang mengawasi standar timbangan), Juru Masamwaywahara (pejabat yang mengurusi perniagaan) dll. Ada pun satuan-satuan ukur itu dan tentunya mata uang yang digunakan, adalah sebagai berikut:

Satuan Jenis Ukuran       

Hlai   = Satuan ukur untuk sepotong kain

Yuga = Satuan ukur untuk dua potong kain

Prana = Satuan ukur untuk hitungan satuan hewan berkaki empat seperti sapi, kerbau, kuda, kambing, babi, dll.

Wantayan = Satuan ukur untuk hitungan satuan hewan berkaki dua seperti ayam, bebek, angsa, burung, dll.

Jamwangan = Satuan ukur  untuk satuan hitungan ikan

Wakul = Satuan ukur untuk hitungan bunga

Gagalah = Satuan ukur untuk hitungan bilah seperti  tongkat, tombak, bambu, dsb.

Tenah = Satuan ukur untuk satuan ikatan padi.

Kadut = Satuan ukur untuk hitungan beras

Lattir = Satuan ukur untuk hitungan jumlah benih

 

         Satuan Mata Uang:

         Picis = mata uang Cina dari bahan tembaga.

         Saga =  0,1 gram emas

         Kupang = 6 Saga (0,618 gram emas) = 100 Picis

         Masa = 1,2 gram emas

         Tahil = 38 gram

         Dharana = 1 tahil perak = 38,601 gram

         Suwarna = 1 tahil emas

         Kati = 20 tahil (750 - 780 gram)

 

2011-09-11


script_end

..lebih lama
.:: PUSAKA - 2/11 ::.
lebih baru..

DAFTAR 10 ARTIKEL TERBARU KATEGORI PUSAKA
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO