header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Lima Resep Ibrahim bin Adham Menghindari Maksiat

oleh: K Ng H Agus Sunyoto

Seorang lelaki ahli maksiat bingung dan ketakutan setelah mimpi menyeramkan dirinya mati dan disiksa di neraka. Ia ingin tobat, tidak tahu caranya. Lalu ia menghadap Ibrahim bin Adham bin Manshur, sufi bijak yang berguru kepada Rasul Khidr. Tahu bahwa Ibrahim yang biasa dipanggil Abu Ishaq dulunya adalah seorang pangeran Balkh yang meninggalkan istana untuk menempuh jalan sufi, ahli maksiat itu menemui dan meminta nasehat tentang bagaimana caranya ia bertaubat. "Beri aku petunjuk, o Abu Ishaq, bagaimana caraku meninggalkan jalan maksiat," katanya berharap.  

            Ibrahim memandang tajam lelaki ahli maksiat itu. Sejenak kemudian Ibrahim berkata,"Ada lima resep yang jika engkau ikuti, akan membuatmu tidak akan melakukan perbuatan maksiat."

            "Apa lima hal itu, wahai Abu Ishaq?" tanya lelaki itu ingin tahu.

            "Pertama, jika engkau ingin berbuat maksiat, segera ingatlah bahwa engkau tidak boleh memakan rejeki Allah. Sebab tidak patut engkau memakan rejeki dari-Nya tetapi engkau mendurhakai-Nya dengan berbuat maksiat."

"Kedua, jika engkau ingin berbuat maksiat, sadarlah bahwa engkau sekali-kali tidak boleh tinggal di bumi Allah. Sebab tidak pantas engkau mendiami bumi-Nya, sementara engkau mendurhakai-Nya."

"Ketiga, jika engkau ingin berbuat maksiat, maka lakukanlah itu di tempat yang tidak dapat dilihat Allah. Sebab tidak pantas engkau berbuat maksiat di hadapan Dia Yang Mahamelihat dan Mahamengetahui."

"Keempat, jika datang malaikat maut akan mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya agar memberimu tenggat waktu untuk bertaubat."

"Alamaak," tukas lelaki ahli maksiat itu menyela,"Mana mungkin malaikat maut mau menuruti permintaanku?"

"Jika engkau tahu bahwa dirimu tidak dapat menunda datangnya maut, kapan engkau memulai taubat agar terhindar dari kebinasaan?"

"Engkau benar, sekarang apa yang kelima?"

"Yang kelima," lanjut Ibrahim,"Jika kelak malaikat Zabaniyah di hari kiamat membawamu ke neraka, tampiklah keinginannya."

"Mana mungkin aku bisa menolak keinginan Zabaniyah?"

"Sekarang terserah engkau, apakah ingin menjalankan lima resep yang kusampaikan  atau menganggapnya sebagai omong kosong belaka?"

"Aku sadar Abu Ishaq. Sejak saat ini, saksikan aku akan bertaubat dan meninggalkan kemaksiatan selama-lamanya," kata lelaki itu .

                                                    

2011-09-12


script_end

..lebih lama
.:: AKHLAQ - 7/16 ::.
lebih baru..

DAFTAR 10 ARTIKEL TERBARU KATEGORI AKHLAQ
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO