header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Nasrudin dan Tiga Sarjana

oleh: Mang Boneng , Kang Bonong & Ki Bonang

Pada suatu hari ada tiga orang sarjana yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang pintar dan bijak  di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang sarjana itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka bicara.
              Sarjana pertama bertanya kepada Nasrudin, "Di mana sebenarnya pusat bumi ini?"

              Nasrudin menjawab, "Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara."

              "Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?" tanya sarjana pertama tadi.

              "Kalau tidak percaya," jawab Nasrudin, "Ukur saja sendiri."
              Sarjana yang pertama diam tak bisa menjawab.
              Tiba giliran sarjana kedua mengajukan pertanyaan, "Berapa banyak  jumlah bintang yang ada di langit?"

              Nasrudin menjawab, "Bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini."

             "Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?"

             Nasrudin menjawab, "Nah, kalau tidak percaya, hitung saja rambut yang ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya."

             "Itu sih bicara goblok-goblokan," kata  sarjana kedua, "Bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai."

              Nasrudin pun menjawab, "Kalau saya goblok, kenapa Anda juga mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?"

              Mendengar jawaban itu, si sarjana kedua itu pun tidak bisa melanjutkan.
             Sekarang tampillah sarjana ketiga yang katanya paling cerdas  di antara mereka. Ia agak terganggu oleh kecerdikan Nasrudin dan dengan ketus bertanya, "Tampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi coba saudara katakan kepada saya berapa jumlah bulu yang ada pada ekor keledai itu."              

           "Saya tahu jumlahnya," jawab Nasrudin, "Jumlah bulu yang ada pada ekor kelesai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut Saudara."                 

           "Bagaimana Anda bisa membuktikan hal itu?" tanyanya lagi.

           "Oh, kalau yang itu sih mudah. Begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, saya keliru."
            Tentu saja  sarjana yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung seperti itu. Dan orang-orang desa yang mengelilingi mereka semakin yakin bahwa Nasrudin adalah yang terpintar dan terbijak  di antara keempat orang tersebut.

 

2011-09-16
sumber: www.ketawa.com


script_end

..lebih lama
.:: KELAKAR SUFI - 6/14 ::.
lebih baru..

DAFTAR 10 ARTIKEL TERBARU KATEGORI KELAKAR SUFI
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO