header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA

Yang TELMI dan BOTOL, Silahkan Berdiri!

oleh: Mang Boneng , Kang Bonong & Ki Bonang

        Gara-gara tidak memiliki pengetahuan tentang pengelolaan kelas, Doktor Masyhur yang tidak punya latar pendidikan keguruan sering menghadapi kendala dalam menyampaikan perkuliahan. Akibatnya, banyak mahasiswa yang tidak maksimal menerima materi perkuliahan. Sayangnya, Doktor Masyhur yang selalu menilai diri terlalu tinggi, selalu menimpakan kesalahan kepada mahasiswa yang dinilainya telmi (telat mikir), BBB (Blo'on Bin Bahlul), BOTOL (Bodoh - Tolol), Goblok Kuadrat. Sering ia mengeluhkan mahasiswa angkatan baru lebih malas dan lebih hedonis serta lebih bodoh dibanding mahasiswa angkatan sebelumnya. Untuk memompa semangat belajar mahasiswa, tidak segan ia memuji mahasiswa-mahasiswa angkatan sebelumnya.

       Satu siang, sewaktu Doktor Masyhur  menjelaskan sebuah topik bahasan dengan cara yang tidak sederhana dan terkesan sangat berbelit-belit uraiannya, para mahasiswa tidak ada yang memahami dengan baik. Ketika Doktor Masyhur bertanya untuk mengetahui apakah materi yang disampaikannya sudah diserap mahasiswa, ternyata tidak ada satu pun mahasiswa yang bisa menjawab. Semua diam. Ditanya berkali-kali, semua hanya diam.

       "Jika belum faham, silahkan tanya!" kata Doktor Masyhur dengan suara ditekan tinggi,"Masak bertanya saja tidak ada yang bisa?"

        Semua mahasiswa tetap diam. Suasana terasa tegang. Setelah beberapa menit tidak ada yang menjawab juga, Doktor Masyhur makin memuncak emosinya. Dengan suara lantang ia berteriak menghardik,"Siapa di antara kalian yang merasa TELMI dan BOTOL, silahkan berdiri!"

         Para mahasiswa diam. Tidak ada yang mereaksi.  Doktor Masyhur kembali berteriak,"Siapa yang  merasa TELMI dan BOTOL, silahkan berdiri!"

        Para mahasiswa tetap diam dan tidak ada yang berdiri. Semua merasa tegang.

        "Yang merasa TELMI dan BOTOL silahkan berdiri!" pekik Doktor Masyhur sudah mata gelap.

        Dulatip, anak Dullah yang duduk di kursi paling belakang tiba-tiba berdiri. Doktor Masyhur terhenyak kaget, tidak menduga jika gertakannya ternyata menjadikan seorang mahasiswa berdiri. Dengan suara agak ragu, ia menanyai Dulatip,"Eee apa Anda merasa TELMI dan BOTOL, kok tiba-tiba berdiri?"

        "Sama sekali tidak, pak," sahut Dulatip tegas.

        "Lalu untuk apa Anda berdiri?" tanya Doktor Masyhur heran.

        "Saya kasihan saja melihat bapak," sahut Dulatip enteng.

        "Kasihan melihat saya?" sergah Doktor Masyhur makin heran.

        "Iya, kasihan melihat bapak," sahut Dulatif terus terang,"Soalnya, dari tadi hanya bapak yang berdiri sendiri padahal bapak minta orang yang TELMI dan BOTOL harus berdiri!"

2011-09-17
sumber: Catatan Dalam Akun Facebook Agus Sunyoto II


script_end

..lebih lama
.:: KELAKAR SUFI - 8/14 ::.
lebih baru..

DAFTAR 10 ARTIKEL TERBARU KATEGORI KELAKAR SUFI
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO