header-daun_01 kayon_01
iklan logoUKM kayon_02
kayon_03
Selamat Datang di PESANTREN BUDAYA NUSANTARA
  agus-sunyoto


Pengasuh:
  • K. Ng. H. Agus Sunyoto
  • K. Ng. Abu Hamirun
  • KH. M. Dhiya’uddin Qushwandy
  • K. Ng. H. Imron Arifin
  • M. Mahfudh
  • H. Hudan Dardiri
  • Anak Agung Ratnani
  • Taufan Hendro Baskoro
  • Imam Mubarok Muslim
  • Agus Harsono
  • Agus Widodo
  • Aditya Mahari
  • Zulfiqar Muhammad Al-Ghufron
  • Izzulfikri Muhammad Ansorullah
  • Fachrotun Nisa Hayuningrat
  • Lulu Nafidah
  • Nurbaidah Hanifah
  • Dedi Rahman
  • Mochamad Annas Alfadly
  • Holy Muhammad
  • Arief Muniagara
  • Syaif Nizal El Zaman

Madah Do’a
Pengasuh Pesantren Budaya Nusantara
K. Ng. H. Agus Sunyoto

Segala puji milik Al-Hamid Yang Qudus, yang menempatkan arasy-Nya di tengah kehampaan, yang rahasianya diselubungi dengan kerahasiaan tersembunyi; Al-Muqtadir yang Maha Berkehendak, Yang membentangkan siang dalam pancaran terang benderang dan menggulung malam dalam selimut permadani hitam; Al-Mu’miin yang memerintahkan laba-laba membuat sarang untuk melindungi kekasih-Nya yang termulia di antara manusia; Al-Khaliq yang menciptakan segala sesuatu yang ada di alam raya dengan kata "Kun!", tetapi kemudian mengambil tanah liat dan membentuknya sesuai citra Ar-Rahman dan kemudian meniupkan sebagian ruh-Nya ke dalam tanah liat yang menjadikannya hidup. Kemudian Dia bersabda, "Sesungguhnya Aku menjadikan seorang khalifah di muka bumi!"

Di antara keturunan khalifah pertama itu, Al-Khaliq telah menempatkan orang-orang terpilih, yang beriman dan berilmu pengetahuan, beberapa tingkat lebih tinggi daripada yang lain. Dia pun bersabda, "Katakanlah! Adakah sama antara orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?" Lalu Rasulullah SAW utusan-Nya bersabda, "Manusia yang terbaik adalah mu’min yang berilmu, jika dibutuhkan dia bermanfaat. Dan jika tidak dibutuhkan, dia dapat mengurus dirinya sendiri." Dimuliakan, dikuduskan, diagungkan, dan dipuja-puji Nama-Mu oleh mereka yang berilmu, wahai Sumber segala sumber pengetahuan! Mahasuci! Mahakudus! Maha Terpuji Engkau, Yaa Rabb!

Prinsip Dasar Belajar Mengajar

Nabi Muhammad SAW bersabda keutamaan menuntut ilmu, "Kelebihan orang yang berilmu atas orang ahli ibadah (’abid) adalah seperti kelebihan bulan pada malam purnama dari bintang-bintang yang berkedip-kedip. Satu bab dari ilmu yang dipelajari seseorang adalah lebih baik baginya dari dunia dan isinya, sehingga menuntut ilmu menjadi wajib atas tiap-tiap muslim; menghadiri majelis orang-orang berilmu, lebih utama daripada mendirikan shalat seribu raka’at, mengunjungi seribu orang sakit dan berta’ziah seribu jenazah; barangsiapa wafat seseorang yang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, antara dia dengan Nabi-nabi di dalam surga jaraknya hanya satu tingkat."

Nabi Muhammad SAW bersabda tentang keutamaan mengajarkan ilmu, "Tidak diberikan oleh Allah kepada seseorang yang berilmu atas ilmu, kecuali telah diambil-Nya janji seperti yang diambil-Nya kepada Nabi-nabi, bahwa mereka akan menerangkan ilmu itu kepada manusia dan tidak akan menyembunyikannya. Bahwa lantaran engkau seseorang mendapat petunjuk Allah, itu lebih baik bagimu daripada dunia dan isinya; barangsiapa mempelajari satu bab dari ilmu untuk diajarkannya kepada manusia, maka ia dilimpahi pahala tujuh puluh orang shiddiq seperti Abu Bakar as-Shiddiq; barangsiapa mengetahui sesuatu ilmu, lalu menyembunyikannya, maka ia oleh Allah kekang, dengan kekang api neraka pada hari qiyamat; jika mati seorang anak Adam, putuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal: sedekah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendoakan orang tua."

Suatu hari Nabi Muhammad SAW berjalan di luar dan melihat dua majelis. Yang satu berisi orang-orang yang berdoa kepada Allah dengan hati berhasrat kepada-Nya. Yang satu lagi mengajarkan ilmu kepada manusia. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Mereka yang berdoa memohon kepada Allah Ta’ala, akan dikabulkan jika dikehendaki-Nya dan akan ditolak jika tidak dikehendaki-Nya. Sedangkan mereka yang satu majelis lagi, mengajar manusia, maka ketahuilah bahwa aku ini diutus untuk mengajar."

Di antara keturunan khalifah pertama itu, Al-Khaliq telah menempatkan orang-orang terpilih, yang beriman dan berilmu pengetahuan, beberapa tingkat lebih tinggi daripada yang lain. Dia pun bersabda, "Katakanlah! Adakah sama antara orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?" Lalu Rasul SAW utusan-Nya bersabda, "Manusia yang terbaik adalah mu’min yang berilmu, jika dibutuhkan dia bermanfaat. Dan jika tidak dibutuhkan, dia dapat mengurus dirinya sendiri." Dimuliakan, dikuduskan, diagungkan, dan dipuja-puji Nama-Mu oleh mereka yang berilmu, wahai Sumber segala sumber pengetahuan! Mahasuci! Mahakudus! Maha Terpuji Engkau, Yaa Rabb!

Sekilas Pesantren

Pesantren adalah institusi pendidikan Islam asli Nusantara yang telah berhasil mencetak anak-anak bangsa yang unggul dan berkualitas selama lebih dari 550 tahun. Dunia pesantren adalah dunia sub-kultur dalam tradisi Islam, yakni dunia yang mewarisi dan memelihara keberlangsungan tradisi Islam Nusantara yang dikembangkan kaum ulama dari zaman ke zaman. Di pesantrenlah anak-anak bangsa mempelajari, memahami, mendalami, menghayati, meresapi, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman hidup sehari-hari.

Pesantren telah teruji dan mampu bertahan dari segala proses reduksi dan marjinalisasi karena selain memiliki hubungan simbiosis dengan komunitas di sekitarnya, juga mampu mengembangkan diri secara fleksibel sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Meski sejak tahun 1900, masa diperkenalkannya sistem persekolahan - schooling system - oleh pemerintah kolonial Belanda, terjadi usaha-usaha sistematis memarjinalisasi, mereduksi, mendiskreditkan, dan merendahkan pesantren sebagai institusi yang melambangkan keterbelakangan, kemandegan, kejumudan, dan ketertinggalan dalam segala hal, namun fakta membuktikan bahwa pesantren tetap mampu menjaga eksistensi keberadaannya bagaimana pun keadaannya.

Pesantren Budaya, adalah sebuah fenomena revivalisme dari sistem pesantren yang semula bersifat rural based institution yang telah mengalami metamorfosa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi modern menjadi lembaga pendidikan bersifat urban based institution yang secara fleksibel tumbuh dan berkembang mengikuti zaman, yakni sebagai Pesantren Online, yang secara umum memiliki unsur-unsur sama dengan pesantren salaf, yaitu:

  1. pengelola yang terdiri dari Kyai, Ustadz, Santri, dan Pengurus;
  2. sarana perangkat keras seperti komputer, modem, perpustakaan, kantor, studia;
  3. sarana perangkat lunak; seperti kurikulum, evaluasi belajar-mengajar, buku-buku, serta CD dan DVD program sebagai sumber belajar

script_end


 
Free counters!
SEKRETARIAT:
Jl. Karya Timur IV/68 Malang 65122 Telp/Fax. 0341-416711
email: info@pesantrenbudaya.com

DEVELOPED from SCRATCH by AGUS WIDODO